Senin, BMKG: Mayoritas RI Berawan-Cerah Berawan, Hujan di Medan-Padang
Berita Maluku Berita Maluku Utara Jakarta (MataMaluku) – BMKG memperkirakan mayoritas wilayah Indonesia pada Senin didominasi cuaca berawan, berawan tebal, hingga cerah berawan. Hujan ringan berpotensi terjadi di Medan, Padang, dan Tanjung Pinang. Prakirawan cuaca BMKG Lintang mengatakan secara umum kondisi berawan hingga berawan tebal dan cerah berawan diprakirakan terjadi di Pulau Jawa, Samarinda, Kalimantan Timur, serta sejumlah wilayah Indonesia bagian timur. “Untuk bagian barat Indonesia, waspada terdapat potensi hujan ringan di Medan (Sumatera Utara), Padang (Sumatera Barat), dan Tanjung Pinang (Kepulauan Riau),” kata Lintang di Jakarta, Senin. Selain potensi hujan ringan, Lintang mengingatkan adanya kemungkinan asap atau kabut di Manokwari, Papua Barat. Sementara itu, potensi udara kabur diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera, Pontianak, Kalimantan Barat, serta Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Adapun potensi asap atau kabut juga dapat terjadi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Lintang juga meminta masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau. Bibit Siklon Tropis 98W BMKG juga memantau bibit Siklon Tropis 98W yang berada di daratan Kamboja. Menurut Lintang, sistem tersebut memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap wilayah Indonesia. Selain itu, sirkulasi siklonik terpantau terbentuk di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi hujan di wilayah sekitarnya, tetapi tidak memberikan dampak signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia. BMKG juga mencatat adanya peningkatan kecepatan angin permukaan di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Wilayah tersebut meliputi perairan selatan Indonesia, Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Timur, Laut Sawu, Laut Arafuru, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Halmahera, hingga perairan utara Papua. “Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah sekitarnya,” kata Lintang. Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan, diimbau memperhatikan informasi cuaca dan gelombang dari BMKG untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.