Atlet Asian Games 2026 bakal disuguhi kuliner khas Nagoya

berita Buru Selatan  kabar Maluku Jakarta (DMS) – Para atlet yang akan berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tidak hanya akan mendapatkan fasilitas untuk menunjang persiapan pertandingan, tetapi juga kesempatan mengenal budaya lokal melalui kuliner khas Jepang.

Panitia Penyelenggara Asian Games Aichi-Nagoya (AINAGOC) menyiapkan 35 jenis hidangan untuk para atlet selama mereka berada di perkampungan atlet. Menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, menjaga kondisi fisik, sekaligus membantu proses pemulihan atlet selama mengikuti kompetisi.

Ruang makan atlet berada di kawasan Port of Nagoya Garden Pier, Pelabuhan Nagoya. Di lokasi tersebut, atlet dari 45 negara dan wilayah peserta Asian Games akan mendapatkan beragam pilihan makanan internasional, termasuk menu halal dan vegan.

Selain makanan internasional, penyelenggara juga menghadirkan sejumlah kuliner khas Nagoya dan Prefektur Aichi yang dikenal dengan istilah Nagoya-meshi. Kuliner tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat dan diharapkan dapat menjadi sarana bagi para atlet untuk mengenal budaya daerah tuan rumah.

“Area makan ini menawarkan menu beragam yang memasukkan Nagoya-meshi dan produk pertanian dari Aichi, selain menyediakan makanan halal dan vegan,” demikian pernyataan AINAGOC seperti dilansir laman Dewan Olimpiade Asia (OCA), Minggu.

Sejumlah makanan khas Nagoya yang akan diperkenalkan kepada para atlet di antaranya tebasaki, yakni sayap ayam goreng dengan cita rasa pedas, serta kishimen, mi pipih yang merupakan salah satu makanan populer di wilayah Nagoya.

Menu tersebut akan tersedia setiap hari selama para atlet tinggal di perkampungan atlet. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, tetapi juga dapat menikmati pengalaman kuliner khas daerah setempat.

AINAGOC menyatakan, penyediaan makanan bagi atlet menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung performa mereka selama Asian Games. Karena itu, menu yang disiapkan tidak hanya mempertimbangkan cita rasa, tetapi juga kandungan nutrisi dan kebutuhan pemulihan fisik atlet.

Para koki dan staf ruang makan juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar keamanan pangan. Pengelolaan makanan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan peserta yang berasal dari berbagai negara dan memiliki latar belakang serta pola konsumsi yang berbeda.

Penyelenggara berharap dukungan konsumsi tersebut dapat membantu atlet menjaga kondisi tubuh sepanjang pertandingan. Asupan energi yang memadai dinilai penting bagi atlet yang harus menjalani jadwal kompetisi padat dan membutuhkan proses pemulihan yang optimal.

“Kami tidak sabar melihat penampilan luar biasa yang akan ditunjukkan para atlet di setiap arena pertandingan setelah mendapatkan energi yang cukup,” kata AINAGOC.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan demikian tidak hanya menjadi ajang persaingan olahraga antarnegara di Asia, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para peserta.

Melalui 35 pilihan hidangan yang disiapkan di ruang makan perkampungan atlet, AINAGOC berupaya memadukan kebutuhan performa olahraga dengan pengalaman budaya. Kuliner khas Nagoya dan produk pertanian Aichi menjadi bagian dari upaya tersebut, berdampingan dengan menu internasional, halal, dan vegan yang disediakan bagi seluruh peserta.